Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/unsoed-dayalogama-lppm/htdocs/dayalogama.lppm.unsoed.ac.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Pusrisdayalogama Gelar Rapat Rutin: Bahas Rencana Kegiatan Strategis Tahun Ini

Purwokerto – Pusat Riset Budaya Kearifan Lokal dan Agama (Pusrisdayalogama) kembali menggelar rapat rutin pada Rabu, 16 Juli 2025. Bertempat di sekretariat Pusrisdayalogama, rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah peneliti dan akademisi lintas disiplin yang selama ini aktif dalam pengembangan kajian budaya lokal dan keagamaan.

Rapat dibuka secara resmi oleh Imam Suhardi, S.S., M.Hum., selaku koordinator rapat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesinambungan antara riset, aksi budaya, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat. “Pusrisdayalogama bukan hanya pusat riset, tetapi juga jembatan antara pengetahuan dan pengabdian,” ujar Imam dengan semangat.

Salah satu agenda utama dalam rapat adalah pembahasan dukungan terhadap acara kedatangan sejarawan ternama, Peter Carey, yang akan hadir di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pusrisdayalogama berkomitmen untuk memberikan kontribusi aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antarunit di lingkungan akademik.

Selain itu, tawaran dari komunitas budaya “Rumah Pusaka” untuk melanjutkan diskusi tentang keris turut menjadi topik hangat. Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag, menyambut baik inisiatif tersebut. “Diskusi tentang keris bukan hanya soal pusaka, tapi bagian dari narasi identitas dan spiritualitas lokal yang perlu kita hidupkan kembali,” tuturnya.

Agenda penting lainnya adalah rencana penelitian lapangan di wilayah Bumi Ayu, Brebes. Penelitian ini akan fokus pada inventarisasi toponimi wilayah yang dikenal sebagai Kampung Poerba. “Penelusuran nama-nama kampung kuno akan membantu kita memahami struktur sosial-budaya masyarakat masa lampau,” kata Sendy Noviko, S.Sos., M.PA., yang dipercaya menjadi koordinator tim lapangan.

Turut hadir dalam rapat tersebut Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Tesol, Ulul Huda, S.Pd.I., M.Ap., dan Exwan Andriyan Verrysaputro, S.Pd., M.Pd. Ketiganya memberikan masukan terkait metode partisipatif dalam penelitian, serta pentingnya melibatkan masyarakat lokal sebagai subjek aktif dalam proses penggalian sejarah.

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk segera menyusun timeline kegiatan dan membentuk tim kecil pelaksana untuk masing-masing agenda. Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi terhadap pelestarian budaya, Pusrisdayalogama kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat riset yang hidup dan relevan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *